Rabu, 02 April 2014

Mitigasi Bencana Gunung Meletus
Kalian tau nggak mitigasi itu apa? Mitigasi itu langkah yang perlu dilakukan baik dari sebelum bencana itu berlangsung, saat bencana itu berlangsung, dan sesudah bencana itu berlangsung. Tujuan mitigasi bencana yaitu salah satunya untuk mengurangi adanya korban pada saat terjadi bencana. Ada berbagai macam bencana alam yang terjadi di Indonesia, namun sekarang kita akan membahas tentang mitigasi gunung meletus .Sebelumnya kita harus mengetahui tanda-tanda gunung api yang akan meletus, berikut tanda-tandanya:
a. Tanda yang pertama
Terjadinya gempa lokal biasanya disebut gempa vulkanik. Kalau muncul gempa di daerah gunung berapi, warga pun harus segera waspada.
b. Tanda yang kedua
Banyak binatang yang turun dari gunung. Binatang tertentu dapat mendeteksi suatu getaran halus yang berhubungan dengan perubahan alam yang besar. Ternyata mereka punya firasat juga yah! Lihat aksi monyet dan burung yang langsung turun gunung saat Gunung Merapi akan meletus.
c. Tanda ketiga,
Meningkatnya suhu di sekitar daerah gunung berapi. Seperti yang terjadi pada Gunung Krakatau, suhu di di sekitar Jawa Barat menjadi lebih panas. Cairan magma yang terdapat di perut bumi sangat panas apalagi tekanan di daerah kawah gunung pun berubah jadi tinggi. Semakin dekat cairan itu menunju kawah gunung, suhu di sekitarnya pun akan berubah jadi lebih panas.
d. Tanda keempat,
Mata air di sekitar gunung akan mongering. Lihat tanda gunung akan meletus poin ketiga.
e. Tanda kelima,
Tumbuh-tumbuhan atau tanaman di wilayah gunung berapi akan layu dan mati kering.
Nah, kalau buat kamu yang tinggal di daerah gunung berapi, waspada yah, jika merasakan tanda-tanda alam di atas.

A.  Hal yang harus dilakukan sebelum gunung api akan meletus :
  1. Mengenali tanda-tanda bencana, karakter gunung dan ancaman-ancamannya
  2. Membuat peta ancaman, mengenali daerah ancaman, daerah aman
  3. Membuat sistem peringatan dini
  4. Mengembangkan Radio komunitas untuk penyebarluasan informasi status gunung api
  5. Mencermati dan memahami Peta Kawasan Rawan gunung api yang diterbitkan oleh instansi berwenang
  6. Membuat perencanaan penanganan bencana Mempersiapkan jalur dan tempat pengungsian yang sudah siap dengan bahan kebutuhan dasar (air, jamban, makanan, pertolongan pertama) jika diperlukan
  7. Mempersiapkan kebutuhan dasar dan dokumen penting
  8. Memantau informasi yang diberikan oleh Pos Pengamatan gunung api (dikoordinasi oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Pos pengamatan gunung api biasanya mengkomunikasikan perkembangan status gunung api lewat radio komunikasi
B.  Hal yang harus dilakukan disaat berlangsungnya gunung api meletus :
  • Ikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh yang berwenang.
  • Hindari melewati searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung yang sedang meletus.
  • Apabila terjebak di dalam ruangan/ rumah :
  1. Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk dan lubang /keran
  2. Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup 
  3. Bawa binatang atau hewan peliharaan lainnya ke dalam ruang yang terlindung
  • Apabila berada di ruang terbuka:
    1. Cari ruang perlindungan 
    2. Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seperti bola 
    3. Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran lahar.Cari tempat yang lebih tinggi terutama 
    4. Lindungi diri anda dari hujan 
    5. Kenakan pakaian kemeja lengan panjang dan celana 
    6. Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda 
    7. Gunakan masker debu atau gunakan kain/ sapu tangan untuk melindungi pernapasan anda 
    8. Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya kalau mendengar adanya aliran lahar
  • Hindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah/ lembaga yang berwenang/lihat peta daerah bahaya gunung api
  • Akibat letusan gunungapi bisa dirasakan berkilo meter jauhnya dari gunung api yang sedang meletus. Aliran lahar dan banjir bandang, kebakaran hutan bahkan aliran awan panas yang mematikan dapat mengenai anda yang bahkan tidak melihat ketika gunung api meletus. Hindari lembah-lembah sungai dan daerah yang rendah. Mencoba mendekati gunung api yang sedang meletus merupakan ide yang dapat membawa maut.
  • Apabila anda melihat permukaan aliran air sungai naik cepat-cepat cari daerah yang lebih tinggi. Apabila aliran lahar melewati jembatan jauhi jembatan tersebut. Aliran lahar memiliki daya kekuatan yang besar , membentuk aliran yang mengandung lumpur dan bahan gunung api lainnya yang dapat bergerak dengan kecepatan 30-60 kilometer perjam. Awan panas yang mengandung debu gunungapi dapat membakar tumbuhan yang dilaluinya dengan amat cepat. Dengarkan berita dari radio atau televisi mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung api .
C.  Hal yang harus dilakukan sesudah gunung api meletus :
  • Menginventarisir data, mencakup sebaran dan volume hasil letusan .
  • Mengidentifikasi daerah yang terancam bahaya .
  • Memberikan saran penanggulangan bahaya .
  • Memberikan penataan kawasan jangka pendek dan jangka panjang.
  • Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak .
  • Menurunkan status kegiatan, bila keadaan sudah menurun 


Gunung Kelud saat meletus
Dampak Gunung Meletus

sebelum terjadi gunung meletus
  sumber :  
                  http://www.wahyu-winoto.com/2010/10/tanda-tanda-                       gunung-akan-meletus-dan.html
                  https://www.google.com/search?q=orang+mitigasi+gunung+meletus&client=firefox-                             


Tim Penyusun :
1.    Adam Fakhrullah             (01)
2.  Devira Agata Pristyani       (09)
3.  Fakhri Muhammad            (17)
4.  M. R. Bagus Kurniawan     (25)
5.  Rida Hazrina Putri             (33)


(KELAS: X MIPA 7, KELOMPOK 1, SMA N 1 UNGARAN)


THIS IS US





·        
·        

0 komentar:

Posting Komentar

 

mitigasi bencana Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo